Aceh

Sembilan Gampong Kompak Meriahkan Maulid Nabi di Kemukiman Aron

×

Sembilan Gampong Kompak Meriahkan Maulid Nabi di Kemukiman Aron

Sebarkan artikel ini

Netralpos, Aceh Utara — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kemukiman Aron, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, berlangsung semarak. Warga dari sembilan gampong larut dalam suasana kebersamaan saat menghadiri perayaan yang dipusatkan di Masjid Taqwa Aron, Gampong Keude Aron, Selasa (25/8/2026).

Momentum keagamaan tersebut menjadi ajang memperkuat silaturahmi sekaligus mempertahankan tradisi kenduri Maulid yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Sembilan gampong yang berada dalam Kemukiman Aron turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Masing-masing Gampong Keude Aron, Dayah Aron, Mee Aron, Blang Aron, Meuria Aron, Meunasah Moncrang, Kanot, Cibrek Tunong dan Cibrek Baroh.

Kebersamaan warga terlihat sejak rangkaian kegiatan dimulai. Masyarakat dari berbagai kalangan datang memenuhi kawasan masjid, sementara panitia bersama warga menyiapkan hidangan kenduri untuk disantap bersama.

Sebanyak sembilan ekor sapi disiapkan untuk kebutuhan kenduri Maulid. Hidangan tersebut kemudian dinikmati bersama oleh masyarakat yang hadir, mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial antarwarga.

Tokoh masyarakat setempat, HM Yusuf Hasan, mengatakan peringatan Maulid seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut perlu dijadikan kesempatan untuk kembali menghidupkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW, terutama persaudaraan, kejujuran, kepedulian dan kebersamaan.

Ia menilai tradisi Maulid yang terus dipertahankan masyarakat Aceh memiliki nilai penting dalam mempererat hubungan antargampong sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW kepada generasi muda.

“Yang paling penting bukan hanya meramaikan Maulid, tetapi bagaimana keteladanan Rasulullah kita bawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Peringatan Maulid di Kemukiman Aron pun menjadi gambaran bahwa tradisi keagamaan dan budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Kebersamaan warga dari sembilan gampong menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi sekaligus memperkuat ukhuwah di kawasan tersebut.