Netralpos, Malang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MAs Kelompok 41 menghadirkan inovasi sederhana namun bermanfaat bagi masyarakat Dusun Bakir, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Bersama warga, mahasiswa menggelar edukasi sekaligus praktik pembuatan pestisida nabati berbahan bawang putih, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa mendorong masyarakat memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar untuk membantu mengendalikan hama tanaman. Selain praktis, pendekatan ini juga diperkenalkan sebagai salah satu alternatif dalam mendukung perawatan tanaman yang lebih ramah lingkungan.
Ketua Kelompok KKN MAs 41, Tegar Dwi Rafi Abdi Negara, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan teori, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mengetahui manfaat bawang putih sebagai bahan pestisida nabati, tetapi juga mampu membuat dan menggunakannya secara mandiri. Harapannya, pengetahuan sederhana ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan,” ujar Tegar.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa menjelaskan pengertian pestisida nabati, manfaat bawang putih, alat dan bahan yang dibutuhkan, hingga tahapan pembuatan dan penggunaannya pada tanaman. Warga juga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya takaran, proses penyaringan, penyimpanan, serta penggunaan yang tepat.
Antusiasme warga terlihat saat kegiatan memasuki sesi praktik. Peserta tidak hanya menyaksikan proses pembuatan, tetapi ikut terlibat langsung mengolah bawang putih hingga menjadi larutan yang siap digunakan.
Salah seorang warga mengaku tertarik mencoba metode tersebut karena selama ini pengendalian hama lebih banyak dilakukan menggunakan pestisida kimia.
“Selama ini kami lebih sering menggunakan pestisida kimia untuk mengatasi hama. Kalau ada alternatif dari bahan alami yang mudah dibuat seperti ini, tentu menarik untuk dicoba,” ujarnya.
Mahasiswa kemudian memperagakan proses pembuatan. Bawang putih yang telah dikupas dihaluskan bersama sedikit air hingga menjadi larutan. Larutan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam botol dan ditambahkan air sesuai takaran sebelum difermentasi selama 24 jam.
Setelah fermentasi selesai, larutan disaring menggunakan kain untuk memisahkan ampas. Cairan hasil penyaringan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol semprot dan dapat diaplikasikan pada tanaman sesuai kebutuhan.
Mahasiswa juga mengingatkan bahwa penggunaan pestisida nabati tetap perlu dilakukan secara bijak. Penyemprotan tidak dianjurkan dilakukan secara berlebihan maupun setiap hari, sehingga penggunaannya tetap disesuaikan dengan kondisi tanaman dan serangan hama.
Ibu Kepala Desa bersama masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Sejumlah warga aktif bertanya mengenai takaran bahan, lama fermentasi, hingga cara pengaplikasian pada tanaman.
Melalui kegiatan ini, KKN MAs Kelompok 41 tidak hanya hadir sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat, tetapi juga berupaya membawa pengetahuan praktis yang dapat diteruskan dan dikembangkan oleh warga.












