Netralpos.com. Lhokseumawe – PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda) terus mengintensifkan upaya pengembangan sektor usaha pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) industri melalui penjajakan kerja sama dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun maupun di luar kawasan.
Langkah tersebut ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi yang digelar di Kantor Wali Kota Lhokseumawe pada 25 Juni 2026 bersama sejumlah perusahaan di sektor minyak dan gas (oil and gas).
Pertemuan tersebut menjadi forum awal untuk membahas peluang kolaborasi dalam pengelolaan limbah B3 yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan standar lingkungan. 2/7/2026
Direktur Utama PT Pembangunan Lhokseumawe, Habibillah, SE, mengatakan rapat koordinasi tersebut mendapat respons positif dari sejumlah perusahaan yang hadir. Beberapa di antaranya adalah PT Pupuk Iskandar Muda, PT Perta Arun Gas, PT Pema Global Energi, PT Pertamina Hulu Energy, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Arun, PT Pertamina Patra Niaga, serta PT Medco E&P Malaka.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan sambutan yang positif dari para peserta. Insya Allah, mulai minggu depan kami akan melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan yang telah menyatakan kesiapan untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai peluang kerja sama,” ujar Habibillah.
Menurutnya, pengembangan usaha di bidang pengelolaan limbah B3 merupakan salah satu strategi perusahaan untuk mendukung aktivitas industri yang berkelanjutan sekaligus memperluas kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap pembangunan ekonomi Kota Lhokseumawe.
Ia menambahkan, PT Pembangunan Lhokseumawe berkomitmen membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan pelaku industri melalui pengelolaan limbah yang profesional, aman, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
“Kami berharap dapat menjadi mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan industri dalam pengelolaan limbah B3. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan layanan yang profesional, mendukung perlindungan lingkungan, serta memberikan nilai tambah bagi dunia usaha dan Pemerintah Kota Lhokseumawe,” tutup Habibillah.












