Netralpos, Banda Aceh – Karier kepolisian Kombes Andi Kirana mendadak terjun bebas setelah dirinya digelandang secara paksa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh Divisi Propam Polri.
Alih-alih mengayomi masyarakat, perwira menengah yang dulunya memegang kendali keamanan kota Banda Aceh itu justru dibebastugaskan dan dicopot secara tidak hormat dari kursi pimpinannya akibat skandal yang mencoreng institusi. Senin 31/08/2026.
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri, Andi resmi dibuang ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri, sebuah unit yang selama ini dikenal publik sebagai “tempat parkir” basah bagi para pejabat kepolisian yang tersandung kasus pelanggaran etik maupun dugaan tindak pidana berat.
Ironisnya, kejatuhan Andi ini turut menyeret anak buahnya, Kasat Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh AKP Muhammad Jabir, yang turut diangkut dalam gelombang pemeriksaan maraton akibat pusaran masalah yang sama.
Kendati bau busuk penyalahgunaan wewenang ini sudah santer tercium publik, Mabes Polri hingga kini masih kompak memilih bungkam rapat dan menutup-nutupi detail kasus memalukan yang mencoreng korps bhayangkara di Serambi Mekkah tersebut.












