Aceh

8 Bulan Terjebak di Kamboja, Warga Langsa Korban Penipuan Kerja Dipulangkan dengan Bantuan Azhari Cage

×

8 Bulan Terjebak di Kamboja, Warga Langsa Korban Penipuan Kerja Dipulangkan dengan Bantuan Azhari Cage

Sebarkan artikel ini

Netralpos.com. Jakarta – Seorang warga Kota Langsa, Aceh, Sukardi (33), akhirnya dapat kembali ke Indonesia setelah selama sekitar delapan bulan berada di Kamboja. Sukardi diduga menjadi korban penipuan dengan modus tawaran pekerjaan dan sempat bekerja selama beberapa bulan tanpa menerima upah.

Kepulangan Sukardi difasilitasi Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, yang membantu mengurus proses administrasi, tiket perjalanan, hingga biaya transportasi Sukardi dari Jakarta menuju Aceh.

Menurut Azhari Cage, dirinya menerima informasi mengenai kondisi Sukardi setelah yang bersangkutan menghubunginya dan meminta bantuan untuk dapat dipulangkan ke Aceh.

“Saya dihubungi oleh saudara Sukardi untuk meminta bantuan agar dapat dipulangkan dari Kamboja ke Aceh,” kata Azhari Cage.

Untuk memastikan informasi tersebut, Azhari kemudian berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh. Ia menghubungi perwakilan KBRI, Dadang, untuk memastikan keberadaan warga Langsa bernama Sukardi yang disebut sedang berada di tempat penampungan.

“Setelah Pak Dadang melakukan pengecekan, ternyata benar ada warga Langsa atas nama Sukardi yang sedang ditampung di KBRI,” ujarnya.

Setelah keberadaan Sukardi dipastikan, Azhari meminta pihak terkait membantu mengurus berbagai administrasi kepulangan serta pembelian tiket perjalanan. Seluruh biaya tersebut, kata Azhari, ditanggung dan dibayarkan olehnya.

Sukardi dijadwalkan terbang dari Phnom Penh menuju Jakarta pada Senin (10/8/2026) menggunakan maskapai AirAsia dengan penerbangan QZ-475. Pesawat dijadwalkan tiba di Jakarta sekitar pukul 19.10 WIB.

Setibanya di Jakarta, Sukardi dijemput dan kemudian difasilitasi untuk bermalam di kantor perwakilan Aceh di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan menuju Aceh menggunakan bus pada hari berikutnya. Biaya perjalanan tersebut juga dibantu oleh Azhari Cage.

Dijanjikan Pekerjaan di Malaysia

Berdasarkan keterangan Sukardi kepada Azhari Cage, ia berangkat dari Langsa pada Desember lalu melalui Bandara Internasional Kualanamu. Saat itu, Sukardi disebut mendapatkan tawaran pekerjaan memangkas rambut di wilayah Selangor, Malaysia.

Namun, perjalanan yang semula disebut menuju Malaysia justru berakhir di Phnom Penh, Kamboja. Sukardi kemudian bekerja selama sekitar empat bulan, tetapi mengaku tidak mendapatkan pembayaran sebagaimana yang dijanjikan.

Dalam kondisi tersebut, Sukardi akhirnya melarikan diri dan mencari bantuan ke KBRI di Phnom Penh. Sejak Mei 2026, ia kemudian berada di tempat penampungan KBRI sambil menunggu proses penyelesaian administrasi dan kepulangan ke Indonesia.

Azhari Cage mengingatkan masyarakat Aceh agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang diterima melalui media sosial maupun aplikasi pesan.

“Jangan mudah percaya dengan tawaran pekerjaan yang menjanjikan gaji besar atau keberangkatan ke luar negeri melalui WhatsApp, Facebook, atau media sosial lainnya. Pastikan terlebih dahulu perusahaan, alamat tempat kerja, dokumen, dan legalitas pekerjaannya,” kata Azhari.

Ia berharap kejadian yang dialami Sukardi tidak kembali menimpa masyarakat Aceh lainnya.

Menurutnya, masyarakat yang mendapatkan tawaran bekerja di luar negeri sebaiknya melakukan pengecekan terlebih dahulu melalui jalur resmi agar terhindar dari praktik penipuan dan perdagangan orang.