Netralpos, Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe mulai menggeber pelaksanaan proyek fisik yang dibiayai tambahan Transfer ke Daerah (TKD) 2026. Seluruh proses tender disebut telah rampung, sehingga paket pekerjaan pemulihan pascabencana kini diarahkan masuk ke tahap pelaksanaan di lapangan. 3/09/2026.
Kota Lhokseumawe memperoleh tambahan TKD sekitar Rp124,16 miliar. Dari jumlah tersebut, porsi terbesar dialokasikan untuk sektor infrastruktur, mencapai sekitar Rp92,84 miliar atau 74,77 persen, yang diarahkan untuk memperbaiki fasilitas publik sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap dampak bencana.
Salah satu pekerjaan yang mulai berjalan adalah rehabilitasi Waduk Pusong di Gampong Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti. Proyek senilai Rp3 miliar itu ditujukan untuk mengembalikan fungsi waduk sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir yang melindungi kawasan permukiman di sekitarnya.
Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar mengatakan pemerintah daerah terus mendorong percepatan revitalisasi waduk dan normalisasi saluran irigasi sebagai bagian dari pemulihan pascabencana. Monitoring dari Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) juga dinilai penting agar pelaksanaan kegiatan berjalan tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Meski pekerjaan fisik mulai bergerak, realisasi tambahan TKD Lhokseumawe masih menjadi sorotan. Data terbaru yang dilaporkan Satgas PRR menunjukkan realisasi sekitar 14 persen, sehingga penyelesaian tender harus segera diikuti percepatan pekerjaan dan pembayaran. Pemerintah diingatkan agar anggaran pemulihan tidak berhenti di meja administrasi, tetapi secepatnya berubah menjadi pekerjaan nyata yang berdampak langsung bagi warga.












