Netralpos.com. Lhokseumawe — Sebanyak 146 calon keuchik siap mengikuti Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) serentak di Kota Lhokseumawe. Menjelang pelaksanaan pemilihan, Pemerintah Kota Lhokseumawe bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para calon keuchik menggelar deklarasi damai sebagai komitmen menjaga proses demokrasi di tingkat gampong tetap aman dan tertib. 27/8/2026
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kota Lhokseumawe, para calon keuchik, serta pihak terkait. Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lhokseumawe, A. Haris, membacakan pidato Wali Kota Lhokseumawe.
Dalam pidato tersebut, Wali Kota menekankan sejumlah hal kepada para calon keuchik, di antaranya pentingnya meningkatkan partisipasi masyarakat, menghormati Daftar Pemilih Tetap (DPT), menolak politik uang, serta menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh tahapan Pilchiksung.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 146 calon keuchik telah ditetapkan sebagai peserta Pilchiksung serentak. Sebelumnya, terdapat tujuh calon yang dinyatakan tidak lolos dalam tahapan seleksi.
Sementara itu, jumlah pemilih yang tercatat dalam DPT mencapai 87.129 orang.
Calon Keuchik Diminta Dorong Partisipasi Pemilih
Dalam pidato yang dibacakan Sekda A. Haris, para calon keuchik diminta ikut mengajak dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar menggunakan hak pilihnya sesuai ketentuan.
Para calon juga diharapkan mendorong masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS), sehingga pelaksanaan Pilchiksung dapat berlangsung dengan partisipasi masyarakat yang baik.
Pemerintah kota dan panitia sebelumnya telah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meninjau dan memperbaiki data pemilih. Proses pengusulan dan perbaikan DPT tersebut berlangsung pada 12 hingga 17 Juni 2026.
Setelah tahapan tersebut dilalui dan DPT ditetapkan, seluruh pihak diminta menghormati data pemilih yang telah ditetapkan serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya proses pemilihan.
Tekankan Penolakan Politik Uang
Selain partisipasi pemilih, integritas pemilihan menjadi salah satu pesan utama dalam deklarasi damai tersebut.
Para calon keuchik dan pendukungnya diingatkan untuk menolak praktik politik uang serta mengedepankan persaingan yang sehat. Masyarakat juga diharapkan diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan politiknya tanpa tekanan maupun iming-iming tertentu.
Praktik politik uang dinilai berpotensi mencederai proses demokrasi dan memengaruhi kualitas pemilihan di tingkat gampong.
Ikrar Damai dan Penandatanganan Deklarasi
Usai pembacaan pidato Wali Kota, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar Pilchiksung serentak damai oleh para calon keuchik.
Komitmen tersebut kemudian ditandai dengan pelepasan balon dan penandatanganan deklarasi damai oleh unsur Forkopimda Kota Lhokseumawe bersama para calon keuchik.
Melalui deklarasi itu, seluruh calon dan pendukung diharapkan menjaga keamanan, ketenteraman, dan ketertiban selama seluruh tahapan Pilchiksung berlangsung.
Para calon keuchik juga diharapkan menjadi teladan dalam menjaga suasana kondusif dengan menghindari provokasi, meredam potensi gesekan, serta menghormati perbedaan pilihan di tengah masyarakat.
Dengan 146 calon keuchik dan 87.129 pemilih dalam DPT, Pilchiksung serentak di Kota Lhokseumawe diharapkan berlangsung aman, tertib, demokratis, dan bermartabat.
Deklarasi damai tersebut menjadi penegasan bahwa perbedaan pilihan dalam pemilihan keuchik tidak semestinya mengganggu persaudaraan dan persatuan masyarakat di tingkat gampong.












