NETRALPOS, ACEH UTARA – Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh (Unimal) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Desa Tangguh Bencana: Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengelolaan Risiko Bencana” di Gampong Reuleut Timue, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi FISIP Unimal dalam meningkatkan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kapasitas masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di wilayah Aceh Utara.
Ketua tim pengabdian, Subhani, S.Sos, M.Si, Ph.D, mengatakan masyarakat gampong merupakan kelompok yang berada paling dekat dengan sumber risiko bencana. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ketangguhan gampong.
“Gampong Tangguh Bencana bukan hanya berkaitan dengan kesiapan menghadapi bencana ketika bencana terjadi, tetapi bagaimana masyarakat mampu mengenali risiko, melakukan pencegahan, membangun kesiapsiagaan, dan memulihkan kondisi setelah bencana,” jelas Subhani, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan mengenali berbagai potensi bahaya di lingkungan tempat tinggalnya. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan ketika bencana terjadi, tetapi juga dapat berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber Dr. Fazil mengajak peserta mengidentifikasi potensi risiko bencana yang terdapat di lingkungan Gampong Reuleut Timue.
Pemetaan risiko dilakukan dengan menggali pengetahuan dan pengalaman masyarakat mengenai kondisi lingkungan, titik-titik yang berpotensi rawan bencana, kelompok masyarakat yang rentan, serta sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan dalam menghadapi situasi darurat.
“Masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai konsep pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan masyarakat, identifikasi potensi bahaya, mitigasi bencana, hingga pentingnya membangun sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat,” paparnya.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong masyarakat memahami bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga kebencanaan. Kesiapsiagaan perlu dibangun mulai dari tingkat gampong melalui keterlibatan masyarakat, perangkat gampong, kelompok pemuda, serta kelompok masyarakat lainnya.
Para peserta turut didorong mengenali kapasitas dan sumber daya yang tersedia di lingkungan gampong. Pengetahuan lokal tersebut dinilai penting sebagai modal awal dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Gampong Reuleut Timue, Satgas Bencana Gampong, tokoh pemuda, ibu-ibu rumah tangga, serta anggota tim pengabdian FISIP Universitas Malikussaleh.
Anggota tim pengabdian yang hadir antara lain Prof. Dr. M. Nazaruddin, M.Si, Rizki Yunanda, M.Sos, Asmaul Husna, M.I.Kom, dan Awaluddin Arifin, M.I.Kom.
Melalui kegiatan tersebut, tim pengabdian FISIP Unimal berharap terbentuk masyarakat yang lebih siap, tanggap, mandiri, dan resilien dalam menghadapi berbagai risiko bencana.
Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah gampong, dan masyarakat dalam membangun sistem pengurangan risiko bencana berbasis komunitas, sekaligus mewujudkan gampong yang lebih aman dan tangguh menghadapi bencana.[]












