Berita

Bukan Sekadar Razia Barang, Bea Cukai Buka Wawasan Siswa Bireuen

×

Bukan Sekadar Razia Barang, Bea Cukai Buka Wawasan Siswa Bireuen

Sebarkan artikel ini

Netralpos, Bireun — Bea Cukai Lhokseumawe membawa suasana berbeda ke SMA Negeri 1 Bireuen. Puluhan pelajar diajak melihat lebih dekat dunia kepabeanan dan cukai melalui program Customs Goes to School, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi siswa untuk memahami tugas Bea Cukai yang selama ini kerap identik dengan pemeriksaan barang. Padahal, lembaga di bawah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) itu juga memiliki fungsi pelayanan, pengawasan, fasilitasi perdagangan hingga mengamankan penerimaan negara.

Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Bambang Sutarjo, memimpin langsung tim yang hadir di sekolah tersebut.

Ia menilai pengenalan tugas Bea Cukai sejak bangku sekolah penting untuk membangun pemahaman generasi muda mengenai peran negara dalam mengatur lalu lintas barang sekaligus melindungi kepentingan masyarakat.

“Bea Cukai tidak hanya bertugas melakukan pengawasan terhadap barang yang masuk dan keluar wilayah Indonesia, tetapi juga memberikan pelayanan serta fasilitasi kepada masyarakat dan dunia usaha,” ujar Bambang.

Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar pelajar tidak melihat Bea Cukai hanya dari sisi penindakan. Ada fungsi pelayanan dan dukungan terhadap aktivitas perdagangan yang juga menjadi bagian dari tugas institusi tersebut.

Pihak SMA Negeri 1 Bireuen menyambut baik kegiatan tersebut. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Rizal Fuadi, menerima langsung rombongan Bea Cukai Lhokseumawe.

Bagi sekolah, kehadiran petugas Bea Cukai memberi kesempatan kepada siswa memperoleh pengetahuan praktis mengenai pemerintahan sekaligus gambaran tentang dunia kerja dan pilihan karier setelah menyelesaikan pendidikan.

Dalam sesi pemaparan, Fungsional Pemeriksa Bea Cukai Pertama, Mukhlis Pane, menguraikan berbagai bidang yang menjadi tanggung jawab Bea Cukai.

Materinya mencakup pengawasan ekspor-impor, pelayanan kepabeanan dan cukai, penerimaan negara, pemberian fasilitas perdagangan, hingga penindakan terhadap barang yang melanggar ketentuan.

Pelajar juga diperkenalkan pada persoalan peredaran barang ilegal, termasuk rokok ilegal dan narkotika.

Pesan yang ditekankan, pengawasan terhadap barang ilegal tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Masyarakat, termasuk generasi muda, memiliki peran penting dengan meningkatkan kepedulian dan melaporkan aktivitas yang mencurigakan.

Peredaran barang ilegal tidak hanya berdampak terhadap penerimaan negara, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Ada momen menarik dalam kegiatan tersebut. Kepala Seksi Perbendaharaan Bea Cukai Lhokseumawe, Said Muhammad Ikbal, ternyata merupakan alumni SMA Negeri 1 Bireuen.

Kehadiran Said menjadi contoh langsung bagi para siswa bahwa almamater mereka memiliki lulusan yang mampu berkarier di lingkungan pemerintahan sekaligus mengambil bagian dalam pelayanan kepada negara.

Kisah tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa sekolah bukan hanya tempat memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga menjadi pintu awal bagi generasi muda untuk menentukan masa depan dan mengembangkan pengabdian di berbagai bidang.

Melalui Customs Goes to School, Bea Cukai Lhokseumawe berharap literasi kepabeanan dan cukai di kalangan pelajar semakin berkembang.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara institusi pemerintah dan dunia pendidikan, sehingga siswa tidak hanya mengenal nama sebuah lembaga, tetapi memahami fungsi, tanggung jawab, serta kontribusinya bagi negara.