AcehBerita

Ayah Wa Ikut Melawak di Panggung Piasan Pase, Ajak Warga Doakan Aceh Utara

×

Ayah Wa Ikut Melawak di Panggung Piasan Pase, Ajak Warga Doakan Aceh Utara

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil alias Ayah Wa ikut melawak bersama sejumlah komedian Aceh pada panggung utama Piasan Pase, Lapangan Landing, Lhoksukon, Jumat (11/9/2026) malam.- Foto : Dok. Ist

Netralpos Aceh Utara – Bupati Aceh Utara, H Ismail A Jalil alias Ayah Wa, ikut menghibur masyarakat bersama sejumlah komedian kawakan Aceh pada panggung utama Piasan Pase, Jumat (11/9/26) malam.

Tanpa persiapan khusus, Ayah Wa naik ke panggung dan terlibat dalam dialog spontan bersama Bang Joni Kapluek (Abdul Hadi), Apa Lahu, Tgk Nasrol, dan Kuya Ali.

Dengan gaya santai, Ayah Wa mengikuti alur dialog yang membahas berbagai hal seputar Aceh Utara. Aksinya mengundang gelak tawa dan tepuk tangan masyarakat yang memadati Lapangan Landing, Lhoksukon.

Di sela-sela suasana penuh humor tersebut, Ayah Wa juga mengajak masyarakat berdoa agar Aceh Utara segera pulih dari berbagai bencana dan kembali bangkit.

Keterlibatan langsung bupati bersama para komedian membuat suasana pertunjukan terasa lebih dekat antara pemerintah dan masyarakat.

Pertunjukan malam kelima perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai itu dimulai sekitar pukul 20.15 WIB. Selain komedi Aceh, panggung utama juga menghadirkan beragam pertunjukan seni, budaya, dan hiburan.

Sanggar Seni Tampil Bergantian

Rangkaian pertunjukan diawali penampilan Ratoeh Jaroe dari Sanggar Poh Cakra. Acara kemudian dilanjutkan dengan komedi Aceh oleh Kuya Ali dan Tari Tuan Ulat oleh Sanggar Cut Mutia.

Selanjutnya, tampil Seudati Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Utara oleh Humaira Munirsa, serta ceramah bahasa Arab oleh Humairatun, pelajar SMP Swasta Al Fathani.

Pertunjukan malam itu ditutup dengan Rapai Daboh yang ditampilkan MAA, Sanggar Pusaka Nanggroe, dan Sanggar Meuligoe Jeumpa.

Perpaduan seni tradisional, penampilan pelajar, dan hiburan komedi membuat malam kelima perayaan delapan abad Samudera Pasai berlangsung meriah dan mendapat antusiasme masyarakat.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku seni dan generasi muda untuk menampilkan kemampuan sekaligus menjaga keberlangsungan seni dan budaya Aceh.

Peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 mengusung tema “Tajaga Adat, Tapeukong Syariat”, yang menjadi refleksi untuk menjaga warisan sejarah, adat istiadat, dan nilai-nilai Islam yang berkembang sejak masa Kesultanan Samudera Pasai.[]