AcehBerita

Ditempa di Pangkalan TNI AL, Generasi Muda Aceh Disiapkan Jadi Pemimpin

×

Ditempa di Pangkalan TNI AL, Generasi Muda Aceh Disiapkan Jadi Pemimpin

Sebarkan artikel ini

Netralpos, Lhokseumawe — Bukan sekadar berkemah. Di bawah disiplin pangkalan TNI Angkatan Laut, puluhan generasi muda Aceh mulai ditempa untuk mengenal arti kepemimpinan, keberanian, kedisiplinan dan kecintaan terhadap tanah air serta laut Indonesia.

Semangat itu terlihat dalam pembukaan Perkemahan Sabtu-Minggu Korps Kadet Republik Indonesia (Persami KKRI) Gelombang VI Triwulan III Tahun 2026 di Lapangan Upacara Mako Lanal Lhokseumawe, Aceh Utara, Sabtu (12/9/2026).

Upacara dipimpin Aster Dankodaeral I, Kolonel Laut (T) Evi Bayu Priatno, S.T., M.Tr.Opsla. Kegiatan diikuti peserta KKRI dan Pramuka dari wilayah Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Dalam amanatnya, Evi mengatakan KKRI merupakan wadah pembinaan generasi muda untuk membangun karakter, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan dan semangat bela negara.

“Di sinilah kalian dididik dan ditempa, tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental, jiwa kepemimpinan dan kedisiplinan,” ujar Evi.

Ia menyebut pembinaan generasi muda juga menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Laut mengembangkan potensi maritim sebagai kekuatan pertahanan negara di laut.

Bagi peserta, Persami KKRI menjadi ruang untuk keluar dari zona nyaman dan belajar menghadapi tantangan secara langsung.

“Saya ingin mengikuti seluruh kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ini kesempatan untuk belajar disiplin, berani, bekerja sama dan menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab,” kata salah seorang peserta.

Evi juga berpesan kepada instruktur dan pembina agar memberikan pendidikan secara tegas namun terukur, dengan memastikan keamanan dan keselamatan peserta menjadi prioritas.

Persami KKRI Gelombang VI Triwulan III Tahun 2026 secara resmi dibuka setelah penyematan tanda peserta dan pembacaan amanat. Kegiatan berlangsung aman dan lancar.

Dari lapangan Mako Lanal Lhokseumawe, para kadet muda itu tidak hanya belajar tentang baris-berbaris dan kedisiplinan. Mereka sedang belajar satu hal yang jauh lebih penting: bahwa menjadi pemimpin membutuhkan keberanian untuk ditempa, keteguhan untuk bertahan, dan tanggung jawab untuk mengabdi.