AcehBerita

Delapan Pejabat Dilantik, Publik Tagih Bukti Kerja Bukan Seremoni

×

Delapan Pejabat Dilantik, Publik Tagih Bukti Kerja Bukan Seremoni

Sebarkan artikel ini

 

Netralpos, Aceh Besar – Pelantikan delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kembali menyorot wajah birokrasi daerah. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, masyarakat kini tidak cukup hanya disuguhi seremoni pelantikan dan sumpah jabatan. Senin 14/09/2026.

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris melantik delapan pejabat tersebut sebagai bagian dari pengisian jabatan strategis pemerintahan. Namun, pergantian dan pengisian posisi penting itu langsung menghadirkan pekerjaan rumah besar, terutama memastikan pejabat baru benar-benar mampu menjawab persoalan masyarakat.

Seorang warga Aceh Besar yang meminta identitasnya tidak disebutkan menilai pelantikan pejabat seharusnya tidak berhenti pada pergantian kursi birokrasi. Menurutnya, masyarakat membutuhkan pejabat yang berani bekerja, terbuka terhadap kritik dan mampu menunjukkan hasil nyata, bukan sekadar tampil dalam agenda pemerintahan.

“Yang kami tunggu bukan siapa yang duduk di kursi, tetapi apa yang berubah setelah mereka menjabat,” ujar warga tersebut.

Sorotan publik menjadi semakin penting karena pejabat pimpinan tinggi memiliki posisi strategis dalam menentukan arah kebijakan dan kualitas pelayanan pemerintah daerah. Jika setelah pelantikan tidak terjadi perbaikan yang terasa di tengah masyarakat, maka proses panjang pengisian jabatan tersebut berisiko dipandang hanya sebagai rotasi administratif tanpa dampak berarti.

Karena itu, delapan pejabat yang baru dilantik kini menghadapi ujian sebenarnya, yakni membuktikan kemampuan melalui kinerja yang terukur. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga dituntut membuka ruang evaluasi dan kritik publik agar jabatan strategis benar-benar menghasilkan pelayanan yang lebih cepat, bersih dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Pelantikan boleh berlangsung khidmat, tetapi setelah itu rakyat menunggu hasil. Sebab bagi masyarakat Aceh Besar, ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan panjangnya sambutan saat dilantik, melainkan seberapa besar perubahan yang dapat dirasakan setelah memegang amanah.