Netralpos.com Lhokseumawe – Dalam Tembok Lapas, Sebuah Tekad Digelorakan. Tidak Ada Tempat bagi Narkoba, Handphone Ilegal, dan Penipuan. Pagi itu, suasana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe terasa berbeda.
Di balik tembok tinggi dan pintu-pintu besi yang selama ini identik dengan hukuman dan keterbatasan, sebuah tekad besar dikumandangkan dengan lantang: “perang tanpa kompromi terhadap handphone ilegal, narkoba, dan penipuan”.
Seluruh jajaran petugas berdiri tegap berdampingan dengan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Tidak ada sekat dalam semangat yang sama – membersihkan pemasyarakatan dari segala hal yang merusak marwah pembinaan dan mencederai kepercayaan masyarakat. 8/5/2026
Kegiatan Apel Bersama dan Ikrar Pemasyarakatan Bersih tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Lhokseumawe serta Kapolres Lhokseumawe yang diwakili oleh Kepala Satuan Sabhara, menjadi simbol kuat bahwa perang melawan narkoba dan praktik ilegal tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi harus diperjuangkan bersama.
Suara ikrar menggema memenuhi lapangan apel. Kalimat demi kalimat diucapkan dengan penuh penegasan, seolah menjadi sumpah moral bagi seluruh insan pemasyarakatan untuk tidak lagi memberi ruang sedikit pun terhadap penyimpangan.
Dalam amanatnya, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe menyampaikan pesan yang menggugah dan penuh penekanan terhadap pentingnya integritas di lingkungan pemasyarakatan.
“Jangan pernah berpikir bahwa narkoba, handphone ilegal, dan penipuan adalah persoalan kecil. Dari benda kecil itulah kehancuran bisa lahir. Hari ini kita berdiri bukan hanya untuk mengucapkan ikrar, tetapi untuk memastikan bahwa pemasyarakatan benar-benar menjadi tempat pembinaan, bukan tempat berkembangnya pelanggaran,” tegas Kalapas.
Beliau juga menegaskan bahwa pemasyarakatan harus menjadi simbol harapan dan perubahan, bukan ruang gelap yang dipenuhi penyimpangan. Menurutnya, integritas petugas dan kesadaran warga binaan adalah benteng utama dalam menjaga marwah institusi.
Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Lhokseumawe menyampaikan apresiasi atas langkah tegas dan terbuka yang dilakukan Lapas Lhokseumawe.
“Apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah bentuk keberanian institusi untuk membersihkan diri dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa perang melawan narkoba benar-benar dijalankan. Komitmen seperti ini harus dijaga, karena memberantas narkoba membutuhkan keberanian, konsistensi, dan ketegasan,” ungkap Kepala BNN Kota Lhokseumawe.
Usai apel dan ikrar, langkah-langkah tegas langsung diwujudkan melalui razia gabungan kamar hunian warga binaan. Petugas menyisir setiap sudut kamar, membuka setiap celah yang berpotensi menjadi tempat tersembunyinya barang-barang terlarang. Ketegangan terasa di setiap langkah pemeriksaan, menandakan bahwa perang terhadap pelanggaran benar-benar dijalankan tanpa pandang bulu.
Tidak hanya warga binaan, petugas pun turut menjalani tes urine. Sebuah pesan kuat disampaikan kepada publik: “komitmen bersih dari narkoba dimulai dari diri sendiri. Tidak ada pengecualian. Tidak ada perlindungan bagi pelanggaran”.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa perubahan di dalam pemasyarakatan tidak lahir dari slogan semata, melainkan dari keberanian untuk bertindak dan kesediaan untuk berbenah.
Di balik dinginnya jeruji besi, hari itu tumbuh sebuah harapan. Bahwa pemasyarakatan dapat benar-benar menjadi tempat lahirnya perubahan, tempat di mana integritas dijaga, kepercayaan dipulihkan, dan masa depan diperjuangkan.












