Netralpos.com. Lhokseumawe – Persentase penduduk miskin di Kota Lhokseumawe mengalami penurunan pada 2026 menjadi 8,85 persen, dibandingkan 9,01 persen pada 2025. Penurunan sebesar 0,16 poin persentase tersebut mendapat tanggapan dari Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar.
“Walau dalam kondisi bencana, alhamdulillah angka tingkat kemiskinan Kota Lhokseumawe pada tahun 2026 turun 0,16 poin persentase dari tahun 2025,” ujar Sayuti Abubakar.
Berdasarkan infografis Profil Kemiskinan Kota Lhokseumawe 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe, data tersebut bersumber dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026.
BPS mencatat, jumlah penduduk miskin di Kota Lhokseumawe pada 2026 mencapai sekitar 19,81 ribu jiwa. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sekitar 19,90 ribu jiwa.
Meski menunjukkan tren penurunan, tingkat kemiskinan di Lhokseumawe masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Persentase kemiskinan nasional pada 2026 tercatat sebesar 8,07 persen, sedangkan Provinsi Aceh mencapai 12,34 persen.
Dengan capaian tersebut, tingkat kemiskinan Lhokseumawe berada di bawah rata-rata Provinsi Aceh, tetapi masih terpaut 0,78 poin persentase di atas angka nasional.
Dalam perbandingan kabupaten/kota di Aceh, Lhokseumawe menempati posisi ketiga dengan persentase kemiskinan terendah. Kota Banda Aceh berada di posisi pertama dengan angka 5,26 persen, disusul Kota Langsa sebesar 7,90 persen.
Penurunan angka kemiskinan ini menjadi salah satu indikator perkembangan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Namun, data tersebut belum cukup untuk menjelaskan faktor yang mendorong penurunan, termasuk sejauh mana dampak bencana memengaruhi kehidupan dan penghasilan rumah tangga.
Karena itu, capaian tersebut tetap perlu diikuti dengan evaluasi program pengentasan kemiskinan, penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, serta penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama bagi warga yang terdampak bencana.
Data BPS dapat menjadi salah satu dasar bagi Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mengevaluasi kebijakan dan menentukan langkah lanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Informasi lebih lanjut mengenai indikator kemiskinan dapat ditelusuri melalui publikasi resmi BPS Kota Lhokseumawe.












