Netralpos.com. Lhokseumawe – Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., melantik dan mengambil sumpah/ikrar 47 Keuchik terpilih serta satu Keuchik Pergantian Antar Waktu (PAW) dalam wilayah Kota Lhokseumawe, Kamis (8/10/2026).
Pelantikan berlangsung di Gedung Harun Convention Hall dan menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk memperkuat peran pemerintahan gampong dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta pembinaan masyarakat.
Dalam arahannya, Sayuti meminta para Keuchik menjadi garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan gampong. Ia menilai persoalan narkoba membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum hingga masyarakat.
“Jihad melawan narkoba!” seru Sayuti.
Ia mengungkapkan adanya laporan mengenai anak-anak yang terjerat narkoba hingga menimbulkan persoalan di lingkungan keluarga.
“Peredaran narkoba Lhokseumawe sudah sangat mengkhawatirkan. Saya menerima keluhan tentang anak-anak yang terjerat narkoba, bahkan sampai memukul orang tua, mencuri barang dan berbagai persoalan lainnya. Ini sudah sangat luar biasa,” ujarnya.
Sayuti meminta Keuchik bersama aparatur gampong melakukan langkah pencegahan, edukasi dan pendataan terhadap persoalan narkoba di wilayah masing-masing, dengan tetap mengedepankan mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Semua elemen harus bekerja sama. Garda terdepannya adalah Keuchik, karena Keuchiklah yang mengetahui seluk-beluk kehidupan gampong masing-masing. Tolong inventarisir siapa saja yang menjadi pengguna, lakukan edukasi. Kalau memang tidak bisa, ditindak sesuai ketentuan. Ini serius,” tegasnya.
Menurut Sayuti, upaya tersebut perlu didukung Forkopimda, Satpol PP dan seluruh unsur terkait agar pencegahan serta pemberantasan narkoba dapat dilakukan secara terpadu.
Ia juga menyinggung posisi Lhokseumawe yang dinilai menjadi salah satu wilayah transit peredaran narkoba lintas daerah hingga lintas negara.
“Melalui momentum pelantikan Keuchik ini, saya ingin kita semua berikrar dan berkomitmen bagaimana memberantas narkoba, tentunya dengan Keuchik sebagai garda terdepan,” katanya.
Soroti Judi Online
Selain narkoba, Sayuti meminta aparatur gampong tidak terlibat dalam aktivitas judi online. Menurutnya, aparatur pemerintahan gampong harus mampu menjadi contoh bagi masyarakat.
“Pastikan aparat gampong tidak ada yang terlibat judi online. Aparatur gampong harus menjadi panutan bagi masyarakat,” tegas Sayuti.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemko Lhokseumawe akan memberikan penghargaan kepada masyarakat yang membantu mengungkap kasus narkoba, baik melalui laporan maupun informasi yang dapat ditindaklanjuti aparat berwenang.
Canangkan Safari Subuh
Dalam kesempatan yang sama, Sayuti mencanangkan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah atau Safari Subuh Kecamatan. Kegiatan tersebut direncanakan dilaksanakan secara bergilir setiap pekan dari satu gampong ke gampong lainnya.
Sayuti menegaskan, program tersebut tidak hanya berupa imbauan, tetapi menjadi bagian dari instruksi kerja bagi aparatur pemerintahan gampong.
“Pada momentum yang mulia ini, saya selaku Wali Kota Lhokseumawe resmi mencanangkan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah Kecamatan. Ini berlaku untuk saya juga,” ujarnya.
“Saya tegaskan, ini bukan sekadar imbauan, melainkan instruksi kerja. Ini perintah. Gerakan Safari Subuh ini wajib diikuti oleh seluruh perangkat gampong, mulai dari Keuchik hingga kepala dusun, kecuali yang memiliki uzur syar’i,” lanjutnya.
Menurutnya, Safari Subuh diharapkan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan ibadah bersama, tetapi juga memperkuat silaturahmi antara pemerintah, aparatur gampong dan masyarakat.
47 Keuchik Dilantik
Pengambilan sumpah/janji Keuchik dilakukan oleh Tarmizi, S.Pd., M.H., selaku Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Lhokseumawe.












