Netralpos.com. Aceh Tengah – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta dilakukan uji geoteknik di lokasi tanah longsor Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.
Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan kestabilan tanah sekaligus menentukan langkah penanganan terhadap delapan rumah warga yang berada di sekitar lokasi bencana.
Permintaan itu disampaikan Dody saat meninjau langsung lokasi longsor, Jumat (18/9/2026). Ia menegaskan, penanganan bencana harus dilakukan berdasarkan kajian teknis agar keselamatan masyarakat dapat terjamin dalam jangka panjang.
“Supaya yang kita kerjakan ke depan itu lebih komprehensif, saya minta dilakukan uji geoteknik dulu. Jadi supaya tahu kualitas tanahnya seperti apa, terus kira-kira kita bisa mengerjakan apa agar delapan rumah itu ke depan bisa terselamatkan,” kata Dody.
Menurutnya, uji geoteknik akan menjadi dasar untuk menentukan tindakan yang tepat, termasuk kemungkinan penguatan tanah atau relokasi warga apabila kondisi kawasan dinilai tidak lagi aman.
Dody menjelaskan, hasil kajian nantinya akan membantu pemerintah memahami karakteristik tanah, kestabilan lereng, serta potensi pergerakan tanah lanjutan.
Dengan demikian, langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Penguatan Tanah atau Relokasi
Menteri PU menyebutkan, opsi relokasi akan dipertimbangkan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat kerawanan yang tinggi. Namun, jika kondisi tanah masih memungkinkan untuk ditangani, pemerintah akan mengupayakan penguatan struktur tanah.
“Kalau memang kondisinya sudah parah, kita bisa usulkan ke kepala daerah sebaiknya mereka direlokasi. Tapi kalau bisa kita perbaiki, kita akan perkuat tanahnya,” ujarnya.
Kementerian PU akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti hasil uji geoteknik tersebut. Keputusan terkait penanganan delapan rumah warga akan ditentukan berdasarkan hasil kajian teknis dan pertimbangan keselamatan masyarakat.
Alat Berat Disiagakan di Lokasi Longsor
Tanah longsor di Kampung Sanehen terjadi pada Minggu (13/9/2026) sore, setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, sejak siang hari.
Sebagai bagian dari penanganan tanggap darurat, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I telah mengerahkan alat berat berupa excavator untuk membersihkan material longsor yang menutup kawasan terdampak.
Alat berat tersebut masih disiagakan di lokasi untuk mendukung penanganan bencana dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.
Melalui uji geoteknik, pemerintah diharapkan dapat memperoleh gambaran kondisi tanah secara menyeluruh sehingga langkah penanganan yang dipilih tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mempertimbangkan keamanan permukiman warga dalam jangka panjang.












