Netralpos, Aceh Utara – Ketika kecelakaan terjadi, keluarga korban tentu berharap satu hal: pertolongan secepat mungkin. Namun pengalaman berbeda disampaikan keluarga seorang korban kecelakaan lalu lintas yang menjalani penanganan di salah satu rumah sakit pemerintah di Aceh Utara.
Keluarga mengaku sempat berulang kali meminta bantuan petugas UGD ketika korban mengalami luka pada bagian bibir dan wajah yang disertai pendarahan. Namun, menurut pengakuan keluarga, respons yang diterima justru membuat mereka mempertanyakan bagaimana pelayanan kegawatdaruratan diberikan.
Pihak keluarga menyebut permintaan bantuan tersebut dijawab dengan meminta mereka bersabar. Bahkan, keluarga mengaku respons itu disampaikan dengan nada yang menurut mereka cukup tinggi.
Situasi tersebut kemudian membuat keluarga membawa korban ke fasilitas kesehatan lain sekitar pukul 02.00 WIB. Di tempat itu, korban akhirnya mendapat tindakan medis berupa penjahitan pada bagian bibir dan wajah karena luka disebut cukup dalam dan masih mengeluarkan darah.
Persoalan ini bukan semata tentang keluhan satu keluarga. Ketika seseorang datang ke UGD dengan luka dan pendarahan, publik tentu berhak mempertanyakan apakah respons pelayanan sudah berjalan cepat, komunikatif dan sesuai prosedur kegawatdaruratan.
Apalagi, keluarga pasien berada dalam kondisi panik dan membutuhkan kepastian mengenai apa yang harus dilakukan. Karena itu, penjelasan pihak rumah sakit menjadi penting agar persoalan ini tidak berhenti sebagai keluhan sepihak.
Hingga berita tersebut diterbitkan, manajemen rumah sakit belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan keluarga korban. Klarifikasi diperlukan untuk menjelaskan kronologi, tindakan petugas serta prosedur pelayanan yang diterapkan saat korban datang.
Publik pada akhirnya tidak hanya membutuhkan rumah sakit yang memiliki fasilitas, tetapi juga pelayanan yang cepat, manusiawi dan mampu memberikan kepastian ketika pasien datang dalam kondisi darurat.[]












