Netralpos, Aceh Utara— Kabut asap kiriman mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, Rabu (14/10/2026). Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap dampaknya bagi kesehatan.
Salah seorang warga Gampong Ulee Blang, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Nadir, mengaku sempat mengira kondisi langit yang tampak berkabut merupakan cuaca mendung. Namun, ia mulai merasakan adanya perbedaan ketika udara yang dihirup terasa kurang nyaman.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama ketika berada di luar rumah.
Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Aceh diduga berkaitan dengan pergerakan asap lintas wilayah atau transboundary haze dari Sumatera menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Kantor Bandara Sultan Malikussaleh, Aceh Utara, Hesty, sebelumnya menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan satelit Himawari, sebaran asap telah memasuki wilayah Aceh.
Pergerakan asap tersebut berkaitan dengan pola angin dari arah timur hingga tenggara yang membawa massa udara ke wilayah Aceh.
Sejumlah daerah dilaporkan terdampak sebaran asap, di antaranya Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, serta beberapa kabupaten dan kota lainnya.
Berdasarkan pemantauan yang disampaikan BMKG, titik panas (hotspot) juga terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia, dengan jumlah yang banyak terpantau di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.
Meski demikian, sumber asap tidak dapat dipastikan hanya berasal dari satu wilayah. Sebaran asap dipengaruhi oleh pergerakan massa udara yang dapat membawa partikel asap dari berbagai daerah.
Di kawasan perkotaan, kabut asap dilaporkan belum terlihat terlalu tebal. Sementara itu, di wilayah perairan laut dan pegunungan, sebaran asap tampak lebih pekat.
BMKG Imbau Warga Gunakan Masker
BMKG mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih diselimuti asap. Warga juga disarankan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah, menjaga kesehatan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
Paparan kabut asap berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan.
Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing dan segera membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara semakin memburuk atau muncul keluhan seperti batuk, iritasi mata, dan sesak napas.
Kewaspadaan diperlukan selama kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Aceh. Upaya mengurangi paparan asap dan menggunakan masker saat berada di luar ruangan menjadi langkah penting untuk membantu melindungi kesehatan masyarakat.[]












