AcehBerita

Mereka Belum Pulang, Doa Wartawan PasaiTerus Mengiringi

×

Mereka Belum Pulang, Doa Wartawan PasaiTerus Mengiringi

Sebarkan artikel ini

Netralpos.com. Lhokseumawe – Puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Pasai (AWP)(Lhokseumawe dan Aceh Utara) menggelar yasinan dan doa bersama untuk lima jurnalis yang dilaporkan hilang saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Anak Gunung Krakatau di perairan Selat Sunda.

Kegiatan tersebut berlangsung di Anjungan Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 20:30 WIB. Doa bersama ini menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian insan pers di Aceh terhadap para jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang tersebut terdiri dari M Bagus Khoirunnas, wartawan Kantor Berita Antara; Ari Basuki, wartawan Merdeka.com; Yudhistiro, wartawan iNews; Firdaus, jurnalis Anadolu; serta Donal, wartawan lepas (freelance).

Yasinan dipimpin Tgk Irfan dan diikuti puluhan wartawan dari wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara. Kegiatan tersebut juga melibatkan wartawan lintas organisasi, di antaranya Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), dan Persatuan Wartawan Aceh (PWA).

Koordinator Panitia Pelaksana Yasinan, Rahmad, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai wujud kepedulian dan solidaritas wartawan Aceh terhadap lima jurnalis serta tiga kru kapal yang dilaporkan hilang di Selat Sunda.

Menurutnya, pencarian para korban telah memasuki hari ke-10. Ia berharap seluruh proses pencarian dapat berjalan lancar dan membuahkan hasil.

“Kita meminta pertolongan atau mukjizat dari Allah dengan yasinan dan doa bersama hari ini. Semoga kelima jurnalis dan tiga kru kapal segera ditemukan,” kata Rahmad.

Rahmad juga mengajak seluruh jurnalis untuk terus mendoakan keselamatan dan segera ditemukannya para jurnalis beserta kru kapal tersebut.

Ia menambahkan, kegiatan doa bersama tidak hanya menjadi bentuk dukungan bagi keluarga korban, tetapi juga pengingat bahwa profesi jurnalistik memiliki berbagai risiko dan tantangan ketika menjalankan tugas di lapangan.

“Doa bersama ini juga menjadi pengingat bahwa di balik tugas jurnalistik di lapangan, terdapat risiko dan tantangan yang harus dihadapi demi menyajikan informasi kepada publik,” ujarnya.

Sementara itu, Tgk Irfan selaku pemimpin doa berharap pembacaan Surat Yasin dan doa bersama tersebut menjadi ikhtiar spiritual bagi keselamatan kelima jurnalis dan kru kapal.

Ia mendoakan agar seluruh jurnalis dan kru kapal segera ditemukan serta dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

“Kita berharap dengan berkat pembacaan Surat Yasin ini, kelima jurnalis beserta kru kapal segera ditemukan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya,” ujar Tgk Irfan.

Ia juga menyampaikan doa agar apabila terjadi keadaan yang tidak diharapkan, para korban tetap mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT.
“Semoga mereka mendapatkan husnul khatimah dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya.